Friday, July 8, 2011

Karate Kid



Sapa pernah nonton karate kid (2010)? Film2 Jackie Chan selalu oke untuk ditonton.
Ada satu scene di film itu yang membuatku kagum; yaitu waktu awal pelajaran kungfu, Xiao Dre diminta untuk latihan memakai, membuka, menggantungkan dan membuang jaketnya.

beberapa insight yang kudapat yaitu:
pertama, sebagai murid kehidupan, seringkali kita juga kayak Dre, kita minta diajari 'kungfu'; kita minta kesabaran, kasih, ketekunan, dsb. Tetapi saat sang guru memberi pelajaran, kita berlagak sudah tahu, berlagak sudah menguasai. "I've done it 1000 times". Barulah kemudian mengerti kalau latihan sederhana: memakai-membuka-menggantung jaket itu, bertujuan menguatkan otot-ototnya. That's the basic of kungfu! Kita terlalu kecil untuk mengerti segala hal-hal 'remeh' yang Dia ijinkan terjadi dalam hidup kita; bahwa semua hal remeh itu akan membuat kita sabar, kasih & tekun.

kedua, betapa menakjubkan mengetahui kalo nilai-nilai kungfu itu ada dalam kehidupan sehari-hari kita. Dari praktek sederhana memakai jaket, attitude kepada orangtua, dsb. Aku mengagumi bagaimana sang guru begitu mendalami kungfu sampai dalam praktek sehari-hari. Dia menghidupi kungfu! Kungfu ga sekedar belajar silat, untuk membela diri saat menghadapi musuh saja.
Sama halnya dengan iman kita, pengetahuan kita, harusnya belajar dari sang guru yang menerapkannya dalam hidup. Bahkan sampai hal-hal kecil dalam hidup. Dengan begitu, barulah kita disebut menghidupi iman kita. Iman bukan cuma slogan atau falsafah atau teori saja. We need to live it!

Monday, April 25, 2011

my conviction

today, i come to a point to discern, what is my conviction.
working with a new client, bring me new things to learn.

at my former office, they will not accept job for promoting cigarettes. it is their conviction. because, everybody knows tat cigarettes is doing no good to our health. so why we help them promote it?

today, i have a client who opens a pub and selling beer as one of their main menu.
and the big thing is they are going to held a beer competition! what shall i do?

me: drinking beer is okay. in a measured amount, it is good for your body. just don't over drink it. then you will get drunk.

another me: still, there is a chance people will get drunk. after drunk, many evil things can follow..

me: ya.. it's their choice. they know their own body. everybody has to take responsibility with their own body. why sud i care?

another me: why then, you are helping them to promote the event, while you know for sure, there will be chances that they will get drunk?

me: .....

another me: .....

me: oh.. it's just a game!

another me: oya?

me: then what should i do? i already step in it. what should i do?

Monday, February 28, 2011

What's wrong?

tadi barusan rumah g kedatangan tamu. keluarga sepupu yang uda lama ga datang. let's just call her auntie. auntie g barusan percaya Yesus beberapa tahun terakhir and now, she can preach to us. How amazing! ga percaya gimana Tuhan pake mulutnya, hidupnya untuk berbicara kepada orang banyak. dan dia tidak malu menunjukkan imannya. momen paling berkesan adalah saat trakhir sebelum dia mo pulang, dia mencoba menghafalkan satu kalimat encouragement kepada mama g. yang mana, dia hapalkan dengan cukup susah payah..( namanya juga uda tua dan suka lupa )tapi dia tidak menyerah, satu kata demi satu kata dia ucapkan sampe selesai...

seeing tat, i really, really thank God. How amazing is the work of Holy Spirit. Dia juga cerita gimana waktu jaga toko, sering banget ketemu orang dan bisa bercerita tentang Yesus kepada pelanggannya.. Again, a WOW..

then, from her, i get 1 insight, being a Christian is not about: "jip kau"/ masuk agama/ attending a religion. it is a BELIEF! so, u have to BELIEVE! Believe in Jesus Christ of course.

And i m thinking about myself, how come i rarely got a chance like tat?? what's wrong? i love to tell the gospel too, but seems like i haven't get any chance. what's wrong?

Thursday, January 13, 2011

TURUT BERDUKACITA

Pagi itu, seperti biasa, aku membalik-balikkan koran melihat gambar dan berita.
Disana terpampang 3 halaman FULL 'iklan' turut berdukacita. Ntah iklan-kah kata yang tepat untuk peristiwa itu. Ataukah ucapan belasungkawa?

Tetapi.. di dlm hati terbersit beberapa pertanyaan berikut...
Sesungguhnya, apakah 'iklan' itu yang dibutuhkan oleh keluarga yang berduka disaat duka ini?
Sesungguhnya, apakah halaman itu adalah tulus ucapan turut berduka ataukah iklan?
Seandainya saja biaya 'iklan' itu buat bantu orang yang perlu, bukankah lbh bahagia hati ini?

Medanku, hari ini aku turut berduka atas dirimu..

Monday, September 27, 2010

siapa Allahmu?

"...pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" Joshua 24:15

kalo kamu membaca sepanjang pasal 24, kamu akan tau apa yang dikatakan yosua kepada bangsa israel sebelum ia menantang mereka di ay. 15 ini..

kalimat itu bukan paksaan, krn Yosua memberi mereka kebebasan untuk memilih.Tetapi kalimat itu kalimat yg penuh tanggungjawab, krn sebelumnya dia uda mengingatkan terlebih dahulu tentang TUHAN yg selama ni memimpin dan menjaga mereka sepanjang perjalanan mereka keluar dari Mesir.

...Sebab itu berteriak-teriaklah mereka kepada TUHAN, maka diadakan-Nya gelap antara kamu dan orang Mesir itu dan didatangkan-Nya air laut atas mereka, sehingga mereka diliputi. Dan matamu sendiri telah melihat, apa yang Kulakukan terhadap Mesir. Sesudah itu lama kamu diam di padang gurun.
...Aku membawa kamu ke negeri orang Amori yang diam di seberang sungai Yordan, dan ketika mereka berperang melawan kamu, mereka Kuserahkan ke dalam tanganmu, sehingga kamu menduduki negerinya, sedang mereka Kupunahkan dari depan kamu.
...Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga iapun memberkati kamu. Demikianlah Aku melepaskan kamu dari tangannya.
... tetapi mereka itu Kuserahkan ke dalam tanganmu.
...Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, ...

demikian juga mgk kita bisa memuji DIA saat kita melihat ke belakang, bagaimana DIA telah memimpin hidup kita. Dan menjadi TUHAN kita.

dan sekarang, jika kita melihat ke depan, kita tidak tau apa yg bakal terjadi di depan, ttp yg pasti adalah, ada byk allah-allah laen yang menuntut perhatian kita, pekerjaan, sekolah, teman, keluarga, pacar, keinginanku, kebebasanku, egoku, keuntunganku, semua itu ada di sekitar kita.

jadi, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah?

Monday, August 23, 2010

Tide helps disaster victims with free laundry services


It seems fair to say that laundry is one of the great levelers in this life, which might explain why we've seen pop-up laundry services on so many occasions already. There are the brand butlers that offer laundry service at festivals, and there's the Method truck to facilitate the donation of clean clothes, but it wasn't until recently that we noticed Tide's Loads of Hope program.

Inspired by the Hurricane Katrina disaster five years ago, Tide Loads of Hope is a mobile laundry service that provides clean clothes to families affected by disaster. Through a partnership with Feeding America and Frigidaire, the program has since washed more than 36,000 loads of laundry for some 27,000 families in many other disaster-struck communities as well, including those affected by the recent floods in Middle Tennessee and Pike County, Ky. One truck and a fleet of vans house 32 energy-efficient Frigidaire washers and dryers capable of cleaning more than 300 loads of laundry every day—staffers do it all for free, including folding the clothes afterward.

Procter & Gamble's Tide detergent brand also runs a program through which it will donate USD 1 for every bottle of “Yellow Cap Tide” consumers purchase and register online. All profits from sales of its USD 20 Tide Vintage T-shirt, meanwhile, go toward helping disaster victims as well. How is *your* brand demonstrating its generosity for all the Generation G masses to see...?

Website: www.tideloadsofhope.com

Friday, January 22, 2010

Globe-trotters for kids

Remember the excitement you felt receiving mail as a child? That's the inspiration behind San Francisco-based Little Passports, a new educational subscription service that aims to turn 5-to-10-year-olds into world travellers, one country at a time. Little Passports delivers monthly travel packages designed to provide a fun, hands-on way for kids to learn about other countries without leaving home. The first shipment in the USD 10.95 per month subscription prepares little voyagers for their global adventure with a mini suitcase, passport, world map and a letter and photo introducing their travel guides, Sam and Sofia.

Each following month, children receive a personalized letter and package from Sam and Sofia, which includes travel-related items like a passport stamp, suitcase sticker and collectible boarding pass to access online games and activities that teach geography, history, culture and vocabulary. As the months pass, little travellers notch up a jetsetter's stamp-filled passport, personalize their suitcase, and pack it with country-specific souvenirs.

In an era dominated by electronic communication, people are embracing concepts from a slower age, like the company that transforms emails into paper letters and one that resurrected the classic telegram. Little Passports combines that nostalgia for 'real' mail and combines it with the convenience of a subscription service. What else could this formula be applied to? (Related: Interactive piggy bank teaches kids about money.)

Website: www.littlepassports.com
Contact: info@littlepassports.com